HERI LATIEF

tubuh kurus terbalut kulit legam. Rambut keriting turun memanjang. Sekilas, sorot matanya bagai sinar elang. Begitulah kesan pertamaku terhadap Bung Heri Latief,pada minggu kemarin. Heri Latief, penyair kelahiran Jakarta 1958 dan sejak 1986 berdomisili di Belanda hingga sekarang.

Kedatangan Bung Heri ke Hong Kong-yg katanya tak seberapa lama- dalam rangka peluncuran buku kumpulan puisinya dengan judul: 50% MERDEKA. Buku yang diterbitkan Ultimus dan Lembaga Sastra Pembebasan cetakan pertama, Agustus 2008 ini sebanyak 86 halaman, 50 judul.

Aku, sebenarnya sudah lama mendengar namanya, bahkan yang terakhir aku masih sempat membaca berulang puisinya yg dipublikasi media tempat aku bekerja.Dan tatap mata kemarin,cukup mengesankan. Dan tahukah engkau,sobat. Semalem ku telan habis buku itu dan hingga siang ini ada sesuatu yang mengoda pikiran. Ini dia yang mengodaku.


RINDU API



kutulis puisi demi api

membakar semua mimpi

jadi abu terbang membisu


Amsterdam, 16 mei 2006


==========================




*ehm...kira kira bisa gak ya, aku bikin puisi seindah ini?*

88 komentar di "HERI LATIEF"

Posting Komentar