Dingin Musim Hong Kong

Matahari……. Dimana sih kamu? Kenapa kau tak nampak jua. Kenapa pula kau izinkan dingin ini mengusirmu dari sisiku. Kenapa? Kamu tahu, sudah seminggu ini aku sangat resah. Musim dingin menyambut Desember mulai terasa. Aku tak bisa lagi memakai baju lengan pendek. Tak bisa pergi berenang yang setiap minggu rutin kulakukan. Tersiksa banget. Tiap hari aku buru buru menyeleseikan pekerjaan, agar bisa selekasnya terlelap dalam pelukan selimut*hiks,nasib cewek jomblo*. Swer deh, aku tak tahan diserang dinginnya Hong Kong yang kini sebenarnya masih 19-23 derajat. *Ada yang sudi datang bawa selimut?*Gubrak!. Lanjuuutttt….

Aku masih ingat sekitar 5 tahun lalu, tanganku retak seperti tanah dimusim panas. Hidungku sering mimisan, dan kalo bobok pakai kaos kaki*hi..hi..malu maluin ya, kaya’ bayi*. Sebenarnya gerah sekali, tapi aku tak punya cara lain untuk mencari kehangatan tubuh. Di apartemen sebenarnya ada pemanas ruangan, tapi alat listrik itu tak cukup membantu. Kondisiku sering drop. Jari jemariku sering berdarah, meski krim tangan hamper 5 menit sekali dioleskan. Periiih sekali. Dan ini bisanya akan berlanjut sampai bulan Maret nanti. Doakan aku ya agar tubuh dan hatiku tetap kuat. Agar jiwaku tak melayang seperti sahabatku Melly yang meninggal sekitar 3 tahun pada bulan Desember. Karena fisiknya tak kuat nahan hawa dingin, kedua telinganya berdarah sebelum akhirnya meninggal di Rumah Sakit.Tragis!

157 komentar di "Dingin Musim Hong Kong"

Poskan Komentar