Dikhianati Pacar Lesbi, BMI asal Kendal Nekat Bunuh Diri

CAUSEWAY BAY – Minggu sore, sebuah tragedi memilukan mengguncang suasana Victoria Park yang ingar bingar. Tersiar kabar,seorang BMI nekat bunuh diri, terjun dari ketinggian jalan layang pojok Victoria Park. Tempat Kejadian Perkara (TKP)-nya, tepat di tikungan atas WC umum pintu masuk Victoria. Darah segar masih tergenang di tepian jalan,saat Apakabar tiba di TKP. Sedangkan si korban – belakangan diketahui bernama Rara – sudah dilarikan ke Queens Marry Hospital, Hong Kong.

Mengutip Konsul Ketenagakerjaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sri Setyowati, yang ditemui Apakabar, Senin, korban yang bekerja di Siu Sai Wan Road No. 28, Island Resort itu, anak dari agen M&S Company. Rara atau Budi Utami – nama aslinya – berangkat dari PJTKI Bama Mapan Bahagia pada Februari 2006. Sejak memperoleh laporan tentang insiden itu, KJRI telah menghubungi majikan dan agen. Senin itu juga, KJRI mengutus Gustaf – staf KJRI – untuk menengok korban di rumah sakit. Saat itu, kondisi Rara masih kritis.
Sri menambahkan, BMI yang memilih jalur tragis untuk mati itu berasal dari Ds. Galih, Kec. Gemuh, Kendal, Jawa Tengah. Diduga, ia nekat terjun dari jalan layang karena stres. ”Keterangan ini dihimpun dari beberapa teman dekat Rara. Pemicu stres Rara adalah dimarahin majikan, karena ketahuan merokok di dalam rumah,” terang Sri.

Kasak-kusuk pun menyebar, berspekulasi tentang penyebab Rara bunuh diri. Sumber yang ditemui di TKP menyebutkan, sore itu ia sempat melihat Rara berjalan menyusuri jalan layang. Ia tak sempat berpikir anak itu akan nekat terjun bebas dari atas. ”Kalau tahu dia mau bunuh diri, saya pasti sudah lapor polisi. Saya menyesal sekali,”ungkapnya.

Usai melihat Rara melayang, sumber ini memilih kabur, khawatir dibawa polisi untuk menjadi saksi. Sumber lain, BMI asal Sengkaling Malang, secara kebetulan duduk di bawah jembatan layang tak jauh dari TKP. Usai kejadian, ia sempat melihat korban – berambut cepak dan berbaju merah – masih bergerak. Kepalanya separuh retak. ”Sepertinya anak tomboi. Mungkin putus cinta sama teman lesbinya,” duga sumber.


Meski usianya baru sekitar 22 tahun, Rara telah bersuami dan punya anak. Ketika tiba di Hong Kong, ia masih terlihat lugu dan polos. ”Namun setelah mengenal dunia luar, Rara selalu berpenampilan tomboi,” tutur Rahayu, salah seorang teman yang bertetangga dengannya.

Rahayu dan Rara bekerja di rumah majikan di daerah yang sama. Hanya berbeda flat. Kepada Rahayu, suatu kali Rara pernah bercerita, ia tidak disukai oleh sang mertua. Rara juga mengaku sedang dihukum majikan – tidak dikasih libur – gara-gara ketahuan merokok di kamar mandi. Sebelum menerima hukuman, Rara libur dua minggu sekali. Soal pacar? ”Dia nggak pernah cerita,” tukas Rahayu.

Spekulasi lain – dan ini yang belakangan berembus kencang – menyebutkan, Rara nekat bunuh diri lantaran memang didera masalah pribadi. ”Dia terlibat cinta segitiga. Rara cemburu dengan pasangan lesbinya yang ternyata juga menjalin hubungan dengan pria Pakistan,” ujar sebuah sumber. Sebelum nekat bunuh diri, mereka bertiga sempat ribut di sekitar TKP.

Saat itu, menurut sumber ini, Rara sebenarnya mau diantar majikannya ke agen, terkait ”dosa” merokok di kamar mandi. Namun, belum lagi hal itu terlaksana, Rara sudah melarikan diri. Kabur? Tidak persis begitu. ”Rara nyelonong pergi keluar rumah, setelah mendapat kabar pacarnya selingkuh dengan pekerja asing asal Pakistan,” bisik sumber.

Lantas, bagaimana kabar terakhir Rara? Selasa sore (24/4), sempat tersiar kabar, BMI malang itu telah meninggal dunia setelah beberapa waktu koma di ruang ICU. Namun, Gustaf dari KJRI yang dikonfirmasi Apakabar pada Rabu (25/4) siang menyebutkan, keadaan Rara justru membaik. ”Ketika kami kunjungi kemarin, keadaannya sedikit membaik, tapi masih koma,” ujarnya.(WINKA/KDS)

120 komentar di "Dikhianati Pacar Lesbi, BMI asal Kendal Nekat Bunuh Diri"

Posting Komentar