Sejenak Kuhentikan Langkah

Tanpa kata, aku berjalan menembus masa. Meninggalkan luka lara dibawah langit yang memerah. Tanpa ingin lagi aku peduli pada gambar gambar dilangit sana. Kutahan semampuku. Kurayu hatiku, agar bisa melupakan dan memaafkan semua. Nyatanya aku tak bisa. Berkali kuayun langkah untuk menghancurkan rumah ini. Rumah yang telah memberiku banyak sahabat, mempertemukan aku dengan cerita cerita baru, mengenalkan aku pada banyak hati, dan mengajarkan aku bahasa kasih. Tapi kuurungkan niat. Apakah karena kesalahan sekelompok manusia terkucilkan, aku juga akan berjiwa kerdil? Dan apakah karena kesalahan satu orang, aku akan mengabaikan semua?Belum tahu! Bahkan aku juga tidak tahu, apakah tulisan ini akan jadi salam terakhir dariku. Yang aku tahu, aku ingin duduk disini meski sejenak. Agar rindu yang mengikat ini sedikit terobati. Apakabar kawan?. Masih adakah cerita yang ingin kau sampaikan?

136 komentar di "Sejenak Kuhentikan Langkah"

Posting Komentar