Gadis Teraniaya, Tangan Tuhan Menyelamatkan

Menyimpan kebohongan, sungguh melelahkan. Saya yang selalu berusaha menutupi kepedihan agar tak tampak, nyatanya tak bisa. Jiwa raga saya tersiksa tanpa seorang pun yang saya izinkan ntuk menghiburnya. Jika anda sahabat lama atau mengenal saya minim 3 bulan lalu, anda pasti bisa meraba akan perubahan yang terjadi di rumah saya ini. Seperti yang dipertanyakan oleh Mas Arif, Mas Yoyo atau sahabat baik lainya yang peduli akan perubahan didiri ini.
Saya tahu, ini bukan tindakan yang tepat, menyimpan luka lara hanya seorang diri. Tapi rasanya juga kurang tepat jika saya mempublish masalah saya tanpa tahu dengan jelas pokok persoalanya. Pertimbangan:persoalan yang saya hadapi melibatkan sesama blogger.. Yang tentu kita sependapat: seorang blogger pastilah seorang penulis, seorang penulis belum tentu seorang blogger. Bukan saya takut akan serangan tulisan, seperti Bang Jack Vs Andini. Kang Noval VS sahabat2 dekatnya. Melainkan karena saya berusaha menjaga agar persoalan itu tak melebar. Jika jalan musyawarah masih bisa di tempuh kenapa kita tidak memilih jalan itu? Sudah terlambat! ketika saya tinggalkan dunia maya dibawah langit memerah,Novee,Bang Jack, Tan dan andini telah menulis tulisan yang berhubungan dengan masalah ini. Txs to all yang telah memberikan kejelasan akan pokok persoalanya. Dan izinkan kali ini saya berbicara tanpa sedikitpun ada canda.

Eucalyptus, seorang blogger perempuan yang saya kenal diawal awal ngeblog. Ibu ini biasa saya panggil bunda, seperti biasa saya memanggil Mama Hilda,Bunda Elly, bunda rie rie juga Bunda Amalia. Saya sangat menghormatinya, seperti saya menghormati pria pria dewasa seperti Bang Ir,Bangbaka jugaBali Dream Home. Dulu, eucalyptus sering memberi saya kekuatan seperti kekuatan yang di berikan Balisugar,Mbak Wendy, ketika saya menghadapi masalah. Dan saya rasa teman teman dekat saya seperti Mas Tony,Bidikcom,Masenchipz mengenal bunda yang pernah di Juluki sitajir oleh sahabat nya sendiri ini seorang yang ramah. Tetapi kemudian menutup blognya untuk umum setelah mendapat Reiview menyakitkan dari sahabatnya. Tapi alasanya karena takut ketahuanan pimpinanya.

Sementara itu perkenalan saya dengan Eivenguskyterjadi sekitar bulan ke-5 saya aktip ngeblog. Dua kali saya pernah membuat tulisan tentangnya. Tepatnya diawal kami kenal dan disaat dia sekarat masuk rumah sakit –katanya-di Tokyo.sebelum dia masuk RS yang katanya korban percobaan pembunuhan yang dilakukan saudaranya sendiri ini, ia memberikan kunci blognya ke saya. Dia minta tolong menganti template. Setelah dia sembuh, kunci saya serahkan dan dia menganti kunci lain.

Beberapa minggu bahkan mendekati bulan sekeluarnya dia dari RS, saya dikabarkan dengan berita mengejutkan dari seseoarng yg identitasnya di sembunyikan. Saya pikir, saya tidak harus menanggapi apapun kabar yg diberikan sipengecut itu. Saya lebih percaya pada eucalyptus dan eivengusky, mengingat mereka begitu baik pada saya selama ini. Kok rasanya tak mungkin banget mereka berdua menjadikan saya bahan rumpian yang belum tentu kebenaranya. Namun betapa kagetnya saya setelah menerima bukti perbincangan untuk yang kesekian kalinya dan sipengecut ini membuka identitas jati dirinya. Txs buatmu say. Mau tak mau, memaksa saya ntuk membacanya dengan jeli:
“eucalyp10: katanya kamu udah mo nikah neh... cie cie...
eiven_1327:: nikah sama siapa bun..itu nop2 yang mau nikah sama irvan :D irvan fansnya nop2 hehe
eucalyp10: Duh.... gimana dong pedekatenya... ayo ceritain aja, masa gak percaya sama akyu?
eiven_1327: : sy gak nikah koq..sy lagi takut bun dikejar gadis rantau :D
eucalyp10: Duh.... Dian cuekin aja, ngapain takut? Bisa apa sih dia? Dian bisa apa coba? Paling neror kamu lewat email atau SB? Gak bisa lebih kan? Wajar kalau perempuan naksir kamu, yang gak wajar kalau caranya kaya Dian... wuiiih.... syerem
eiven_1327:: semenjak sy jauhi gadis rantau koneksi sy terganggu bun..akses yahoo messenger gak pernah normal.sy tau dia agak2 ahli
eucalyp10: Duh... kok bisa sampe seperti itu ya? Kamu udah ganti password belom?
eiven_1327: saya: sudah bun.
eucalyp10: Wuih, ternyata parah ya tuh anak....
eiven_1327: sy sebetulnya gak punya maksud jauhi teman tapi dia sudah keterlaluan bun..
eucalyp10: Iya iya saya denger dari Novee cerita ttg Dian... menjijikan deh
eiven_1327: untungnya semua hasil chatt dengan dian sy save..sy simpan dan sy copy.. copynya sy titip dhini sama utti
eucalyp10: Diiih, dia itu bener2 gadis perantauan yg liar ya....”
eucalyp10: Wedewwwww.... serem amat dikejar gadis agresif... di-mana2 seh udah bagiannya cowok yg ngejar cewek, bukan sebaliknya. Huh”

Saya mulai oleng sejak mengetahui bahan perbincangan itu. tapi saya diam dan berusaha pura pura tak tahu perkara dan persoalnya. Seperti biasa, saya tetep nyapa dan membalas sapa mereka seolah tak ada apa apa. Cuma yang tak saya mengerti, beberapa kali menyapa eucalyptus di gmail, perempuan ini membisu, tak sekalipun mau membalas sapa saya. Sayapun mengabaikan. Setidaknya, saya sudah mencoba menetralisir keadaan.

Lagi,lagi, diam saya terusik. Dinda, keponakan Eivengusky menghubungi saya. Dia minta nomor, sekaligus mengabarkan: si eiven mau berangkat ke Hong Kong. Pada Dinda juga pada Eiven yang menghubungi seminggu berikutnya, saya katakana bahwa saya tak bisa menemui. Karena saya harus berangkat ke Macau. Pada hari itu juga, saya meminta ketegasan pada Eiven soal perbincanganya dengan Eucalytus mengenai diri saya. Tapi manusia ini mati matian menyangkal semua itu.
eiven_1327: sampai matipun sy tetap akan bilang begitu
eiven_1327: sy gak mencoreng nama dian safitry..
eiven_1327: kamu tembak sy pun sy akan tetap bilang begitu karna memang sy gak pernah bilang begitu. dunia maya atau nyata sama dian
eiven_1327: pertanggungan dengan allah
eiven_1327: Allah tau apa yang saya perbuat..
kristinadians: allhamdulilah lah kalo kamu SADAR dengan siapa kita memiliki pertangung jawaban
eiven_1327: kalau sy menghujat orang lain.. menghujat manuasia sama dengan menghujat ciptaan allah..
kristinadians: mudah mudahan kamu sadar dengan yang kamu katakan itu..

Sejak hari itu, saya berusaha menutupi dan menganggapnya tak pernah ada masalah. Karena saya sependapat dengan ucapan eiven yg terakhir. Bahwa kita sebagai manusia memiliki pertanggung jawaban dengan yang diatas sana. Yang jadi persoalanya, hal semacam ini hanya menjadi OMONG KOSONG tanpa komitmenya. Saya sangat menyesalinya. Terlebih pada minggu minggu berikutnya, persoalan itu tak lagi bisa diredam.Seusai saya mempertanyakan itu pada eiven, dia mulai mencari tahu siapa yang memberi tahukan perbincanganya dengan eucalyptus kepada saya. Dan saya cukup memahami ketika pada akhirnya kawan kawan terdekatnya menambah nambah cerita yang antara lain pernah mendapat teror di hp, chat juga dari SB.Cuma, yang tak habis saya mengerti, tuduhan tuduhan itu malah BERBALIK ARAH, tepat disaat saya tengah MENAHAN AMARAH yang luar biasa. Tapi sebelum itu, Eiven masih sempat meng-iba pada saya meminta maaf yang konon persoalan persoalan yang makin meruncing itu karena dia termakan “tipu muslihat” sahabat baru nya. Seorang blogger yang baru dikenalnya sekitar 3 bulanan. Dan eiven juga sempat mengatakan sedang mencari dan memburu si pengkhianat itu yang tujuanya untuk membuat perhitungan. Makanya beberapa kali ia memohon pada saya agar saya mau ditemuin di Hong Kong. Tetapi saya tetap pada prinsip, BAHWA SAYA GAK AKAN SUDI MENEMUINYA APALAGI kalo tujuan dia hanya untuk meminta maap. Karena saya sudah tak bisa memaafkan itu.Di kemudian hari baru saya tahu jika Noveelah perempuan yang dimaksud eivengusky.

Selain dituduh sebagai orang yang melakukan penteroran terhadap kawan kawan terdekatnya eiven, dia juga di tuduh sebagai perempuan yang mengejar ngejar si“lelaki tanpa kelamin” itu. Wajar jika Novee mencak mencak, karena sejatinya diapun tak tahu apa apa. Dari klarifikasi novee pula, saya tahu jika si G salah satu orang yg terlibat di dalamnya. Diperkuat lagi dengan tulisan curhatbebas, menantang si G sehubungan dengan masalah itu. saya setuju setuju saja ketika distorsi itu mengarah ke G yang dinilai sangat provokatip seprovokatip tindakan eucalyptus. Dan ini mengingatkan saya pada komentar si G di “Lagit yang memerah.” Analisa dia:dunia maya juga penuh dengan intrik, tempat aman untuk menjatuhkan seseorang. itu artinya bahwa cara pandang seorang blogger tentulah tak sama antara satu sama yg lainya. Jika G menganalisa demikian, kemungkinan selama ini ia melakukan hal itu. mencari muka, menjatuhkan nama baik tanpa tahu kebenaranya. Wajar jika pada akhirnya,Sarang Penyamun dan Bang Andimemberikan “serangan” atas komentar G.

Dari tulisan rekan rekan yang belum saya kenal, seperti, curhatbebas, Tan, Ndhini juga Novee, saya jadi mengerti dan FAHAM akan pokok persoalanya. Terlebih ketika membaca tulisan tulisan mereka yang konotasinya saling serang dengan caranya masing masing. Semakin melebarnya persoalan, semakin pula nyata kelihatan, cerita itu tak lagi satu versi. Sangat saya sayangkan, sesuatu hal yang semestinya masih bisa diselesaikan dengan jalan damai dan tak tercium public, tak bisa dihindarkan. Andainya, eivengusky tidak bermulut ember, dan Eucalyptus tidak asal tuding, pasti tak kan ada perpecahan antar sahabat.
Lalu bagaimana dengan Andhini dan Uttie yang ngaku ke Eiven sebagai orang yang ngaku mendapat penteroran? Karena bagaimanapun, jika tak ada cerita tambahan yang demikian, niscahya keadaan mereka, orang orang yang termakan omongan eiven dan turut larut dalam memfitnah saya, akan aman aman saja di tempatya. Sayangnya, Uttie lom ada khabar, Andhini malah mengaku tak pernah mendapatkan SMS penteroran, Eucalyptus semakin rapat mengunci pondok dan eiven telah menghapus kedua blognya. Harapan saya pada Uttie, Dinda, Eiven, juga eucalyptus:berbicaralah sebelum opini public semakin “menghakimi”. Saya setuju dengan pendapat Ichaawe, Eivenguksy HARUS unjuk “rupa. Untuk G, terserah anda, mau mengklarifikasi ataukah diam pura pura tak tahu apa apa. Namun yang pasti jangan takut pada tantangan curhatbebas jika anda memang tak tahu apa apa.

Setelah melalui proses mempertegar diri, berusaha memahami akar persoalanya dengan diam tanpa suara, sedikit demi sedikit saya bisa meninggalkan keterpurukan ini. Membiarkan mereka sibuk dengan dunianya, yaitu “cuci tangan” sebelum “tidur dan bermimpi. Hasrat saya untuk bertanya :kenapa melakukan kekejaman terhadap saya dengan sedemikian gilanya, saya hentikan sudah. Toh, kebenaran itu telah berbicara, dan Tuhan telah menyelamatkan saya dengan menunjukan siapa gerangan yang menjadi iblis dalam sebuah persahabatan melalui mereka mereka yang semakin gencar menutupi keegoanya.

135 komentar di "Gadis Teraniaya, Tangan Tuhan Menyelamatkan"

Poskan Komentar